Penguatan Moderasi Beragama untuk Menangkal Radikalisme di Perbatasan Indonesia dan Malaysia

oleh -68 Dilihat

Nunukan – Pengurus Cabang PMII Nunukan menggelar kegiatan Ngaji Moderasi Beragama. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Masjid Al – Muqqadis Kel. Nunukan Timur Kabupaten Nunukan, yang merupakan daerah perbatasan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Selain menjaga kerukunan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai moderasi umat beragama dalam kehidupan di masyarakat. Selain itu juga untuk menangkal penyebaran paham ideologi radikalisme yang mengakibatkan perpecahan.

Acara Ngaji Moderasi Beragama yang merupakan program kerja tahunan PC PMII Nunukan ini mengundang penceramah dari Kemenag, MUI dan FKUB Kabupaten Nunukan untuk memberikan tausiyah kepada jamaah Masjid Al – Muqqadis Kel. Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan.

H. Muhamad Tahir selaku perwakilan dari Kemenag Kab. Nunukan mengatakan di dalam beragama berdasarkan Pancasila, tentu moderasi dan toleransi beragama wajib dan mutlak.

“Ada 4 Pilar Moderasi Beragama yakni Komitmen Kebangsaan (Pancasila, UUD, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI ). Kedua Toleransi. Ketiga anti kekerasan dan keempat ⁠Mlmenghargai budaya.” tegasnya.

Kemudian H. Muhammah Harun Zain selaku Ketua MUI Kabupaten Nunukan dalam tausiyahnya mengatakan “Ukhuwah Islamiyah bersaudara dasar keimanan,Ukhuwah Wathauniyah, Ukhuwah Basyariyah dasar kemanusiaan, semua harus berdasarkan atas Alqur’an dan hadist. Orang beriman saling menguatkan yang satu dengan yang lain dan saling tolong menolong adalah prinsip yang harus kita pegang. Dalam menyambung ukhuwah harus saling melengkapi dan menjadi keamanan sesama.

“Dalam beragama tentu bertoleransi dan perluasan wawasan kebangsaan, dalam meningkatkan persatuan jangan sampai mengkerdilkan sesama umat beragama. Komunikasi antarsesama umat beragama tidak terlepas dengan wawasan sejarah bangsa Indonesia,” jelas Perwakilan FKUB Kab. Nunukan, Ustadz Hamzah Sanusi dan sekaligus menutup tausyiah Ngaji Moderasi Beragama.

Dalam Wawancara seusai acara H. Muhammad Tahir menyampaikan apresiasi kepada panitia PMII Nunukan “Dengan penguatan moderasi beragama itu diharapkan dapat menjaga situasi harmoni dan kehidupan sosial dalam bermasyarakat yang cinta damai dan menghargai keberagaman. Oleh karena itu pemahaman moderasi agama yang lebih baik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari juga sangat diperlukan.” tutupnya.

Ketua MUI Kabupaten Nunukan juga menyampaikan apresiasi yang sama “Ngaji Moderasi Beragama seperti ini perlu dilestarikan dan ditingkatkan dalam bentuk kegiatan serupa. Melalui moderasi beragama ini diharapkan dapat menciptakan karakter kebangsaan bagi pemuda dan memberikan pemahaman tentang nilai kebangsaan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.